Sebentar! Sepertinya aku barusan bermimpi. Aku selalu melanglang buana, jauh berharap ke sana, mencoba ke situ. Tapi, ada satu halyang dari dalam dada itu selalu terdengar memanggil dan menyayat hati. Bocah-bocah tunarungu, bocah-bocah tuli, tunanetra. hmmm apa aku memang diarahkan untuk kesitu? Aku masih belum tau. Saat ini, aku merasa menjadi manusia tanpa visi. Selama ini aku hanya berkubang dalam harapan. Aku lupakan siapa diriku. Aku lupakan cerminku, kutinggalkan ia ditengah jalan, aku sudah lupa menaruhnya dimana. Lalu, aku berkubang dalam harapan. Harapan akan banyak hal. Dan lebih bodohnya, aku menyadari tapi, barang sedetikpun aku tak mau mengeringkan harapan yang terlanjur membasahi pikir dan hatiku. Jangan bayangkan harapanku itu berisi. Lebih cenderung pada kosong. Seolah-olah hanya menyambung hidup tanpa mengisinya! Spesies apakah aku ini? Jika aku manusia, kenapa pula aku tak punya insting untuk meninggalkan sesuatu yang tak bermanfaat bagiku? Mau kemana sejatinya ini...
Kaum muda, yang diperlukan adalah orang-orang yang mampu memimpikan sesuatu yang tidak pernah diimpikan oleh siapapun. -John F. Kennedy- Kaum muda, digadang-gadang sebagi pembawa perubahan, pemanggul harapan, kalau kata Bang Haji Rhoma Irama, Masa muda, masa yang berapi-api, on fire! penuh passion! Buktikan berapi-apinya! Bukan! Bukan dengan membakar amarah para ayah atau ibunda guru, atau mengobarkan api kebencian antar sekolah sehingga kejadian-kejadian yang sepantasnya itu terjadi. Kobarkan semangat dalam menekuni passion sehingga bisa kau persembahkan sesuatu untuk nusantara. Menjadi agen perubahan, harapan itu tak lagi hanya menjadi sesuatu yang kau panggul, tentu itu membuatmu pegal, harapan itu adakah untuk kau genggam lalu diwujudkan. Berat memang, sekali waktu mungkin kamu merasa begitu, tapi, tenang saja, kamu tidak sendiri. Kaum muda di negri ini berasal dari berbagai suku, agama, ras dari ujung Sabang hingga ujung Merauke, bersama mereka, panggulan itu ditanggung ...