Sebagai negara penghasil kopi terbesar nomor 4 di dunia. Kopi tentunya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari bangsa Indonesia. Maka, tak heran jika kemudian sebutan 'warung kopi' menjadi familiar.
Di negri ini, warung kopi tak sekedar hanya tempat membeli kopi. Warung kopi bahkan juga tempat dimana opini publik tersampaikan.
Ketika orang-orang berpendidikan tinggi mengemukakan pendapat mereka melaui pena ataupun forum-forum besar. Maka orang-orang arus bawah mengemukakannya dengan media warung kopi. Ketika orang-orang arus bawah mulai tak lagi percaya yang ada di arus atas, mereka yang butuh didengarkan akhirnya menikmati romansa bersama kopi, kemudian berceloteh ke sana ke mari dengan kaki diangkat satu dan kadang kala bersama sebatang rokok. Barangkali orang-orang tersebut merasa di situlah kebebasan. Kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, kebebasan dari tekanan pekerjaan, dan kebebasan-kebebasan lainnya yang katanya dibicarakan untuk diperjuangkan tapi kadang kala justru terbengkalai karena topik mengenai studi banding ke negara mana (mungkin) diutamakan.
Di negri ini, warung kopi tak sekedar hanya tempat membeli kopi. Warung kopi bahkan juga tempat dimana opini publik tersampaikan.
Ketika orang-orang berpendidikan tinggi mengemukakan pendapat mereka melaui pena ataupun forum-forum besar. Maka orang-orang arus bawah mengemukakannya dengan media warung kopi. Ketika orang-orang arus bawah mulai tak lagi percaya yang ada di arus atas, mereka yang butuh didengarkan akhirnya menikmati romansa bersama kopi, kemudian berceloteh ke sana ke mari dengan kaki diangkat satu dan kadang kala bersama sebatang rokok. Barangkali orang-orang tersebut merasa di situlah kebebasan. Kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi, kebebasan dari tekanan pekerjaan, dan kebebasan-kebebasan lainnya yang katanya dibicarakan untuk diperjuangkan tapi kadang kala justru terbengkalai karena topik mengenai studi banding ke negara mana (mungkin) diutamakan.

Komentar
Posting Komentar