#INI_FIKSI!
Sore itu karena banyak ulangan
susulan dan beberapa tugas organisasi yang harus kukerjakan hari itu , aku
berjalan ke asrama dengan membawa pulang penat. Dalam fikiranku, sesampainya di
asrama, akan ada sajian kolak yang masih hangat dari Ibu boga asrama. Tapi, itu
rasa-rasanya hanya akan menjadi angan saja, kolak tidak akan tersaji di meja
ruang makan kecuali pada hari senin atau kamis. Di tengah lelahku sore itu,
seseorang dengan ransel besar yang di wajahnya masih terlihat sisa letih
perjalanan yang kuketahui merupakan perjalanan dari Bandung memainkan
smartphone-nya di ambang pintu asrama.
Hatiku dijejali perasaan bahagia yang bisu. Aku tanpa sadar tersenyum. Seketika
penatku hilang. Kamu yang menyadari kehadiranku melambaikan tangan ke arahku
dan tersenyum. Aku setengah berlari menuju ke arahmu.
“Makan di mana?” kamu tanpa
basa-basi menanyaiku.
“Haha tau aja kalo lagi laper!”
aku menjawab.
“Minum milk tea deket sini aja
gimana?” aku mengusulkan.
“Sip! Cepetan ganti baju sana!”
katamu.
---
Kamu kini duduk di depanku.
Seperti biasa, dengan senyummu yang berhasil melumerkan rasa penatku.
“Mas, mau pesan apa?” seorang
pelayan menanyaimu.
Alhamdulillah! Puji syukur kepada
Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah membuyarkanku dari zina mata sehingga
tidak berlarut-larut gara-gara menatapmu.
“Taro oreo satu, green tea satu!”
katamu yang sudah mulai hafal rasa favoritku.
“Kamu mau pesen apa lagi?” kamu
kini menanyaiku.
Aku menggeleng.
Pelayan itu lalu pergi dan
meninggalkan sunyi di antara kita.
Taukah kamu? Aku baru saja
berbohong akan pesanan itu. Aku sesungguhnya ingin memesan sesuatu lagi. Aku
memesan sesuatu darimu. Tapi, pesanan itu khusus. Saking khususnya hingga
lidahku kelu untuk sekedar mengatakannya.
Kau tau? Aku sesungguhnya memesan
hari esok untuk kembali bisa bersamamu. Memastikan kamu baik-baik saja dan
tidak jauh dari jangkauan raga dan jiwaku. Memesan sekali lagi hari esok, dan
begitu seterusnya setiap hari aku akan memesan hal itu darimu. Dapatkah, kau
penuhi pesanan itu?
Komentar
Posting Komentar