Sebentar! Sepertinya aku barusan bermimpi. Aku selalu melanglang buana, jauh berharap ke sana, mencoba ke situ. Tapi, ada satu halyang dari dalam dada itu selalu terdengar memanggil dan menyayat hati. Bocah-bocah tunarungu, bocah-bocah tuli, tunanetra. hmmm apa aku memang diarahkan untuk kesitu? Aku masih belum tau. Saat ini, aku merasa menjadi manusia tanpa visi. Selama ini aku hanya berkubang dalam harapan. Aku lupakan siapa diriku. Aku lupakan cerminku, kutinggalkan ia ditengah jalan, aku sudah lupa menaruhnya dimana. Lalu, aku berkubang dalam harapan. Harapan akan banyak hal. Dan lebih bodohnya, aku menyadari tapi, barang sedetikpun aku tak mau mengeringkan harapan yang terlanjur membasahi pikir dan hatiku. Jangan bayangkan harapanku itu berisi. Lebih cenderung pada kosong. Seolah-olah hanya menyambung hidup tanpa mengisinya! Spesies apakah aku ini? Jika aku manusia, kenapa pula aku tak punya insting untuk meninggalkan sesuatu yang tak bermanfaat bagiku? Mau kemana sejatinya ini...