Ini cerita tentan godhong gedhang alias daun pisang. Daun pisang punya banyak kenangan dalam diriku. Apalagi ketika aku masih kecil. Daun pisang seringkali jadi penyelamat ketika hujan tiba-tiba turun saat aku pulang dari sawah. Biasanya, kala tiba-tiba hujan turun dan tidak memawa payung, orang dewasa yang bersamaku entah itu kakek, nenek, bapak, atau ibuku akan langsung menebas sebuah atau dua buah daun pisang untuk kemudian difungsikan sebagai payung. Kemudian setelah itu kami akan berlari menembus hujan. Selain payung, dulu, aku dan kawan-kawanku seringkali jail membuka daun pisang yang menggulung dalam rangka mencari enthung atau kepompong didalamnya. Meskipun kami lebih sering kecewa karena tidak menemukan kepompong di sana, tapi, itu adalah salah satu goresan kebahagiaan di masa kecil saya. Daun pisang pula yang mengantarkan bapakku sekolah sampai S2. Yaitu karena simbah putriku yang bekerja sebagai pembuat dan pedagang tempe, mnggunakannya sebagai pembungkus kedelai...